Pages

Maaf Ayah

Rabu, 26 Maret 2014

Terintih-rintih air mata ini berlinang

Sendu membalut hariku

Bencinya aku pada diri ini

Tak melihat tawanya

Melepaskan tawanya

Karena amarah sesaat

Seburuk-buruknya engkau

Tapi, rindu ini terbalut sendu

Wahai Ayah

Maafkan anakmu ini

Terlalu gengsi

Terlalu malu

Aku bertatap wajah padamu

Hati ini cukup sakit

Dengan perilaku burukku

Aku pantas engkau marahi

Maafkan aku ayah

Puisi ini

Tak seindah puisi-puisimu

Puisi ini hanya kulontarkan

Untuk kata maafku Ayah

Aku merindukanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS