Terintih-rintih air mata ini berlinang
Sendu membalut hariku
Bencinya aku pada diri ini
Tak melihat tawanya
Melepaskan tawanya
Karena amarah sesaat
Seburuk-buruknya engkau
Tapi, rindu ini terbalut sendu
Wahai Ayah
Maafkan anakmu ini
Terlalu gengsi
Terlalu malu
Aku bertatap wajah padamu
Hati ini cukup sakit
Dengan perilaku burukku
Aku pantas engkau marahi
Maafkan aku ayah
Puisi ini
Tak seindah puisi-puisimu
Puisi ini hanya kulontarkan
Untuk kata maafku Ayah
Aku merindukanmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar