Pages

Puisi - Wanita Teduh

Rabu, 03 Desember 2014

Rona gelap tergulung oleh rona cerah
Mentari pagi menelusuri menghamparkan cahayanya di bumi
Burung-burung terngiang nyaring bernyanyi mencari makan
Manusia-manusia mulai sibuk dengan aktivtasnya
Di sela kesibukan itu
Suasana kalbu kian melemah
Menjalar ke fikiran
Membuat mata itu tak terbendung oleh air mata
Saat seseorang yang kau anggap teman baik yang kau percayai
Dibalas pengkhianatan dan cacian
Saat kau lemah tak berdaya
Dia datang menghujatmu
Saat kau tak tahu mau kemana
Dia datang membuatmu semakin bingung
Inikah temanku selama ini?
Mencari-cari titik kelemahan sahabatnya
Mencaci tanpa tau masalah
Mencibir tanpa bercermin dahulu
Ku kira kau memang temanku
Dan akan selalu begitu
Tapi,
Maaf aku terlanjur kecewa
Biarlah aku menapaki dunia fana ini
Tanpa ada ceritamu di sisi ku
Kita akan tetap menjadi teman
Teman yang tak mesti berbagi cerita lagi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS