Puisi - Wahai Tuhan Ku
Tatapan kosong
Penuh tanya
Air wajah mulai berlinang
Mengingat-Nya
Begitu Agung dan Tenang
Aku si pendosa
Bahkan merasa malu
Malu menghadap-Nya
Tapi tetap saja Bijaksana
Memaafkan hamba-Nya
Bahkan di setiap hela nafas
Selalu membantu hambah-Nya
Wahai Tuhan ku
Dengarlah jeritan hati ini
Yang sangat menginginkan
Hidayah mu setiap saat
Jangan lepas lagi
Bahkan aku sangat sedih dan rapuh
Ketika meras dekat dengan mu
Engkau menghilangkan jejak Hidayah mu kepada aku
Ya Tuhan ku
Tolong!!!
Dekap aku dalam agama mu ini
Wahai Tuhan ku
Yang maha pembolak-balik hati
Teguh kan hati ku dalam agama mu
Aku tahu Engkau selalu bersama ku
Wahai Tuhan ku
Izinkan aku berkontribusi dalam agama mu ini
Tatapan kosong
Penuh tanya
Air wajah mulai berlinang
Mengingat-Nya
Begitu Agung dan Tenang
Aku si pendosa
Bahkan merasa malu
Malu menghadap-Nya
Tapi tetap saja Bijaksana
Memaafkan hamba-Nya
Bahkan di setiap hela nafas
Selalu membantu hambah-Nya
Wahai Tuhan ku
Dengarlah jeritan hati ini
Yang sangat menginginkan
Hidayah mu setiap saat
Jangan lepas lagi
Bahkan aku sangat sedih dan rapuh
Ketika meras dekat dengan mu
Engkau menghilangkan jejak Hidayah mu kepada aku
Ya Tuhan ku
Tolong!!!
Dekap aku dalam agama mu ini
Wahai Tuhan ku
Yang maha pembolak-balik hati
Teguh kan hati ku dalam agama mu
Aku tahu Engkau selalu bersama ku
Wahai Tuhan ku
Izinkan aku berkontribusi dalam agama mu ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar