Pages

Tuan (PUISI)

Sabtu, 20 Januari 2018

senja melambai
pertanda kesedihan yang tak bertuan
bersorak poranda di relung hati yang tak bertuan
kosong?
TIDAK!
ada Tuhan
ke sana ke mari mencari akan kehadiranmu tuan
izinkan aku menunggumu tuan
sembari memperbaiki diri agar pantas bersamamu tuan

BAYANGAN (PUISI)

Rindu itu menjadi-jadi
kadang takdir rindu itu pahit
kawan apalah arti aku dalam hidup mu?
hanya bayang di balik ruang tak berpenghuni mendapat sinar mentari
kau yang cemerlang
apalah aku yang menjadi terbelakang
aku memang tak sebaik dirimu dan teman mu yang sepadan
pernah kau tahu?
untaian kata takkan membuat mu mengerti


.
.
.
.
.
ntah kenapa saya menuli ini rasanya mewek, sesak, dan pedih:'(



CERPEN - Jangan! Jangan katakan Ta'aruf Jika Untuk Pelampiasan #Part1

Jumat, 19 Januari 2018

Sore itu tampak mendung. Namun, diwarnai tawa dan haru kegembraan diantara sekumpulan orang itu. Mereka baru saja pulang berenang. Senda-Gurau mereka lontakan. Tawa dan lekuk senyum manis mewarnai wajah mereka. Hari itu nampak indah diantara mereka. Ada pertemuan lama yang baru terwujud kala itu.

"wah... seru ya! pengantin baru bikin baper mulu." Sahut Khadija
"hahaha... makanya nikah cepat Ja!" Balas kak Burhan
"iya ja.... emang gak capek ya orang pada mendekat tapi gak ada ajakin nikah mala pacaran. Miris gak sih?" Sambung Insyi.
iya...iyaa... pengantin baru ma bebas bilang gitu. Yaudah kalau jodoh udah datang pasti nikahlah aku." jawab khadija
"emang mau orang mana ja? jawa? jawa arab? atau orang di Sudan tempat kuliahnya kak Burhan?" Sahut Kaira.
"hahaha." tawa Lisa
"iya ja! ntar kita cariin deh." sambung kak Burhan sambil melihat istrinya Insyi.
"Yaudah ikut aja aku." jawab khadija



---SEMINGGU KEMUDIAN---
Malam itu Khadija merasa gelisah entah ada apa Perasaanya seakan bercambur aduk. Khadija berusaha menenangkan diri dengan istigfar.

"kring...." bunyi pesan whatsApp Khadija
"Assalamualaikum Khadija. Sekarang kak Burhan lagi sama teman kecil kakak namanya Asrof dia mau nikah tapi ntar tahun depan pas selesai kuliah kan ini udah bulan oktober. Jadi, bentar lagi. Dia mau ta'aruf dan nggak mau pacaran. Alhamdulillah dia kasih kepercayaan sama kakak untuk bantucari pasangan. Gimana? mau gak ta'aruf sama Asrof. InsyaAllah anaknya baik, shalat jama'ah di masjidnya." psan whats App dari kak Burhan.

Khadija merasa aneh, syok, gembira, dan terharu. Karena, Khadija sangat ingin menikah muda bersama lelaki yang dekat dengan Allah. Tak pernah ada niat Khadija untuk pacaran semasa hijrahnya hampir %tahun.

"Waalaikumsalam....Bismillah kak InsyaAllah Khadijah mau dan semoga Allah ridho." balas Khadija.
tiga menit kemudian.
"Yaudah Ja! kakak kasih kontakmu dan instagram mu Asrof ya. Kalian yang urus selanjutnya. Hubungi kakak kalau perlu bantuan." balas kak Burhan.
"Syukran kak." balas Khadija

Khadija bersyukur dan tak hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT.

---Tiga Hari Kemudian---
Malam yang indah. Khadija yang senang beraktivitas dalam kamarnya sedang menulis puisi dalam blognya.

"Kring..." bunyi pesan whats App Khadija.
"Assalamualaikum Khadija. Ini aku Asrof. Afwan baru ada keberanian untuk chat kamu hehe... Kamu apa kabar? baik dong insyaAllah." pesan whatsApp dari kak Asrof.

#BERSAMBUNG#
#CERPEN-JANGAN! JANGAN KATAKLAN TA'ARUF JIKA UNTUK PELAMPIASAN
#PART1

SHOLAWAT NABI (RENUNGKANLAH ARTINYA)

Kisah Muslim - Umamah binti Abu al-Ash, Cucu Perempuan Rasulullah

Umamah binti Abu al-Ash, Cucu Perempuan Rasulullah

Umamah binti Abu al-Ash merupakan salah seorang cucu kesayangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah menggendongnya tatkala shalat. Sehingga kita pun tahu tata cara shalat sambil menggendong bayi. Berikut ini kisah singkat tentang keluarga nabi ini.
Nasabnya
Umamah merupakan putri dari Abu al-Ash bin ar-Rabi’ bin Abdu al-Uzza bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Ibunya adalah Zainab putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umamah adalah cucu pertama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga wajar ia disebut sebagai kesayangan Nabi. Sebagaimana umumnya seorang kakek mendapatkan cucu pertama.
Dari sisi nasab, tentulah Umamah memiliki nasab terbaik. Ia terlahir dari keluarga terbaik. Kakeknya manusia paling mulia. Dan neneknya, Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha, juga merupakan wanita terbaik di dunia dan akhirat. Dan ibunya adalah putri tertua Nabi.
Sementara ayahnya, Abu al-Ash, adalah seorang laki-laki Mekah yang dikenal memiliki akhlak mulia. Ia juga digelari al-amin (yang jujur dan terpercaya) oleh penduduk Mekah. Seorang pedagang yang jujur. Menunaikan hak-hak orang lain. Ia sangat menaruh hormat dan cinta kepada mertuanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terbukti dengan seringnya ia berkunjung ke rumah ayah mertuanya itu karena menaruh hormat pada beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memujinya di depan para sahabat:
حَدَّثَنِي فَصَدَقَنِي، وَوَعَدَنِي فَأَوْفَى لِي …
“Ia berkata padaku dengan jujur. Dan memenuhi janjinya padaku…” (Muttafaqun ‘alaih: al-Bukhari No.2943 dan Muslim No. 2449).
Kedudukan Umamah di Hati Rasulullah
Umamah adalah cucu kesayangan Rasulullah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sambil menggendong Umamah binti Abu al-Ash di bahu beliau. Apabila rukuk, beliau letakkan. Saat berdiri, beliau gendong kembali (ath-Thabaqat al-Kubra Cet. al-‘Alamiyah 8/23).
Diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diberikan sebuah kalung oleh seorang perempuan. Belau bersabda,
لَأَدْفَعَنَّهَا إِلَى أَحَبِّ أَهْلِي إِلَيَّ
“Aku akan memberikan hadiah ini kepada keluargaku yang paling aku cintai.”
Aisyah pergi bersamanya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Umamah putri Zainab, dan mengelungkan hadiah itu di lehernya (al-Isti’ab fi Ma’rifati al-Ash-hab 4/1789. Riwayat Ahmad dalam Musnadnya 6/101. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengomentari: sanadnya dhaif).
Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bercerita bahwa an-Najasyi memberi hadiah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perhiasan. Di antara perhiasan tersebut adalah sebuah cincin emas. Beliau ambil cincin itu dan mengirimkannya kepada putrinya Zainab. Beliau berkata,
تَحَلِّي بِهَذَا يَا بُنَيَّةُ”
“Berhiaslah dengan ini wahai cucuku.” (ath-Thabaqat al-Kubra Cet. al-‘Alamiyah 8/186. Sunan Abu Dawud No.4235, 2/493, dihasankan oleh al-Albani).
Umamah pun mengenakannya. Dan menikmati kasih sayang, perhatian, dan kelembutan kakeknya.
Pernikahan Umamah
Fatimah binti Rasulullah radhiallahu ‘anha -bibi Umamah- berwasiat agar Ali bin Abu Thalib menikahi Umamah sepeninggal beliau. Setelah Fatimah wafat, Ali pun menikai Umamah. Sepeninggal Ali, Umamah dinikahi az-Zubair bin al-Awwam kemudian al-Mughirah bin Naufal radhiallahu ‘anhuma.
Ia tidak memiliki keturunan dari pernikahannya. Sehingga Zainab putri Rasulullah tidak memiliki cucu (al-Isti’ab fi Ma’rifati al-Ash-hab 4/1789).
Wafatnya
Umamah binti Abu al-Ash radhiallahu ‘anhwa wafat tatkala berstatus sebagai istri al-Mughirah bin Naufal bin al-Harits radhiallahu ‘anhu. Dan referensi-referensi sejarah tidak menyebutkan detil tentang wafatnya.
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Sumber: bisa di download aplikasinya guys. i don't know kalau di anroid ada tapi di ios ada kok namanya "Kisah Muslim"

Perbincangan Dengan Hati Kecil

Rabu, 17 Januari 2018

Semua akan kembali pada satu titik
titik kau kembali kepada Rabb-Mu
semua orang akan merasakan dan berada pada
titik kosong, hampa, dan terbelenggu
ada keresahan dan kecemasan yang tak diketahui
maka, ketahuilah sebab dari titik itu
kurangnya interaksimu dengan Rabb-Mu
kembalilah
mulailah interaksi itu
kau akan menemukan titik terdamai dalam hidupmu
walau dunia menghujatmu, walau seisi dunia menjadi ancaman mu
kau takkan pernah merasakannya
karena Rabb-Mu ada bersama mu
mengalihkan hati ke titik yang damai

CERPEN "INTROVET YANG BERMANFAAT" -- MOTIVASI ANAK MUDA UNTUK LEBIH BERKEMBANG (MOVE UP)

Minggu, 14 Januari 2018

Senja menyapa kesedihan yang tersimpan rapi dalam relung hati. sore itu, angin sepoi-sepoi da pemandangan sejuk yang indah menjadi suasana nyaman bgi Aisye.... Ya Aisye wanita introvert yang bermanfaat.

"Aisye..... ayo balik ke penginapan. Senja mulai menghilang, malam kan tiba." seruan Kaira.
"Baiklah." jawab Aisye singkat.

Aisye liburan singkat selama 3 hari 2 malam di Tanjung Bira, Sulawesi-selatan. Bersama adiknya Kaira dan orang tuanya. Aisye yang penyayang terhdap keluarganya menikmati liburan dengan penuh kebahagiaan.

---

Dan inilah hari terakhir Aisye sebentar lagi ia akan balik kerutinitas sehari-harinya di kampus. Banyak kegembiraan yang ia lewati bersama keluarganya.



Aisye punya banyak teman dan sahabat. Namun, Aisye seorang introvert dia tidak terlalu senang keramaian dan basa-basi bersama seseorang. Sulit banginya untuk bertemu banyak orang. Hal tersebut membuatnya menguras teanga. Melihat terlalu banyak orang membuatnya pusing.

---SENIN-DI KAMPUS----
"Aisye.... Apa kabar? bagaimana liburan semesternya?" Tanya Miska teman kampus Aisye.
"Alhamdulillah." Jawab Aisye singkat.

Aisye sebagai orang introvert tidak terlalu suka membuka pembicaraan dengan seseorang dan jika ditanya jawabnnya singkat, jelas, dan padat. To the point.

Aisye sangat terkenal dengan sifatnya yang pendiam, tenang, dan bijak. Asiye juga terkenal sebagai anak yang sangat besar ketertarikannya dalam dunia sastra/seni.
Bagi Aisye menulis, membuat video, mengedit video, membaca, dan mesgekspresikannya kemedia sosial dalam bentuk blog dan youtube adalah kesenangannya. Aisye lebih senang dengan dunia tersebut dan hal yang Aisye buat untuk lebih bermanfaat bagi dunia dengan karyanya. Walau hal itu sulit untuk dilalui tapi, Aisye percaya Allah akan bersamnya selama Niat itu baik.

Yang membuat Aisye lebih senang sebagai orang introvert adalah..............
terlalu banyak klise yang terjadi di depan matanya. Banyak air wajah yang bermuka dua. Dan Aisye so... so.. so... hate about it.
Bagi Aisye hidup itu harus lebih bermanfaat bagi orang lain, kejujurannya aalah akar dalam kehidupan manusia, akhlak baik adalah akar dari serangkaian akar yang penting dalam kehidpan manusia, dan hdup hanya sekali terlalu sayang jika tidak dimanfaatkan sebaik-baikya.

Bagi aisye media sosial adalah ladang pahala untuk menebar kebaikan dan sebagai ladang pahala. Mengajak, memberitahu, dan memberi contoh baik kepada sesama adalah kewajban.



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS