- yunani
Seni Yunani Kuno, seperti halnya seni zaman Mesir Kuno, juga merupakan hasil kebudayaan manusia yang sangat tua usianya. Keberadaaanya diperkirakan telah ada pada abad 7-5 sebelum Masehi. Kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno merupakan asal muasal kebudayaan Eropa yang ada saat ini. Kesenian Yunani Kuno dikenal melalui peninggalan arsitekturnya yang indah dan megah serta patungpatung realis dengan bentuk anatomi sangat sempurna. Dalam seni rupa maupun arsitektur hal penting yang menjadi peninggalan zaman Yunani Kuno adalah tentang proporsi bentuk dan pembagian ruang yang disebut ’Proporsi Emas’ atau Golden Section: bahwa perbandingan bagian yang pendek dengan bagian yang panjang adalah 1 : 1,618. Proporsi ini juga dijumpai di alam, yakni pada pertumbuhan pepohonan dan pada pertumbuhan kulit kerang dan juga pada manusia. Proporsi ini hampir diterapkan dalam setiap karya seni rupa dan arsitektur (gb. 78, 79).
Seni Yunani Kuno dapat dibedakan menjadi beberapa periode, yakni Geometric, Archaic, Classical dan Hellenistic. Periode Geometric dimulai sekitar 1000 tahun sebelum Masehi. Pada masa ini pot dihiasi dengan motif abstrak geometris dan diakhiri dengan motif-motif ketimuran seperti teratai, bentuk singa, sphinx dan ornamen berkembang semakin halus. Periode Archaic ditandai dengan produksi patung dan bentuk berwarna hitam pada pot. Kekuatan niaga didominasi oleh dua kelompok etnis yakni Corinth dan Athen. Produksi pot keramik mereka dijual diseluruh daerah di Yunani dan menyebar hingga Spanyol, Ukraina dan Italia dan mengalahkan produksi daerah lainnya. Warna-warna keramik pada masa ini dibatasi oleh teknik pembakarannya yang hanya mendapatkan warna hitam, merah, putih, dan kuning.
Pada seni patungnya sangat dipengaruhi oleh patung Romawi dan menjadi model patung klasik di kawasan Eropa. Dalam hal bahan dipengaruhi oleh Mesir dan Mesopotamia yang menggunakan batu tetapi bentuknya lebih dinamis dibanding patung Mesir. Ada tiga gaya dalam pengambaran manusia dalam patung yaitu: patung telanjang berdiri, patung berdiri dengan draperi pada pakaiannya, dan patung duduk. Semua menggambarkan tentang pemahaman kesempurnaan dengan ketepatan anatomi bentuk tubuh manusia. Hal ini menjadi subyek yang sangat pokok dalam kesenian Yunani, melihat bentuk tubuh dewa sama dengan bentuk tubuh manusia, tidak ada perbedaan antara seni sakral dan seni sekuler. Oleh karenanya, tubuh manusia dipandang dari keduanya yaitu suci dan duniawi. Hingga akhirnya masyarakat melarang penggambaran tubuh wanita telanjang pada abad IV sebelum Masehi yang menyebabkannya menjadi kurang penting dalam perkembangan seni patung Yunani.
Patung-patung yang dibuat bukan semata untuk keperluan artistik, tetapi pembuatannya banyak didasari dari pesanan para bangsawan dan negara yang digunakan sebagai monumen publik, sebagai persembahan di tempat suci keagamaan atau sebagai tanda pada kuburan. Patungpatung tersebut tidak semuanya menggambarkan tokoh individual tetapi lebih kepada nilai-nilai keindahan, keibaan, penghormatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai tersebut selalu digambarkan dalam bentuk tubuh pemuda telanjang (kouros/kouroi) walaupun ditempatkan pada kuburan orang tua. Patung telanjang pemuda (kouros/kouroi) gayanya hamper sama. Gradasi dalam status sosial digambarkan dengan ukuran besar kecilnya dibanding nilai artistiknya.
Pada zaman klasik (500 tahun sebelum Masehi) terjadi perubahan besar dalam seni patung Yunani karena diperkenalkannya konsep demokrasi yang mengakhiri kekuasaan bangsawan yang diasosiasikan oleh patung kouroi. Pada masa ini terjadi perubahan gaya dan fungsi patung, teknik menggambarkan posenya berkembang menjadi lebih naturalistik dengan wujud patung manusia realistik (gb. 80 ). Seni patung pada masa ini penggunaannya diperluas yaitu digunakan sebagai relief pada tempat-tempat suci dan pemakaman.
Selain itu para filusuf dan karyanya juga mewarnai pemikiran orang di seluruh dunia hingga saat ini, antara lain karya Plato, dan Aristoteles. Plato misalnya, menganggap bahwa lukisan merupakan tiruan dari tiruan, karena apabila pelukis melukis meja, meja tersebut sebenarnya merupakan tiruan dari dunia ide pembuatnya. Jadi menurut pandangan ini pelukis yang melukiskan benda buatan manusia adalah meniru tiruan dari pembuat awalnya.
- Cina
Keramik dari Cina memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi dengan tahun pembuatannya sudah tergolong tua, yakni dari abad ke-10 hingga abad ke-18.
Dalam pameran ini pengunjung dapat melihat guci dinasti Sung, Tang dan Yuan buatan abad ke-9 dan ke-10. Keramik-keramik kuno itu menunjukkan perkembangan teknik dan seni keramik dari masing-masing dinasi. Keramik dari periode awal berupa guci-guci yang umumnya berciri polos tanpa hiasan, berukuran kecil, berbentuk bulat, berwarna kuning kecokelatan dan hiasan cenderung masih kasar.
Keramik dari masa akhir dinasti Yuan dan masa awal dinasti Ming pada abad ke-17 mulai ada sedikit berubah. Guci atau tempayan tersebut cenderung berukuran besar, tapi gaya dan bentuknya masih mengikuti masa sebelumnya. Di masa ini hiasan di badan tempayan mulai padat berbentuk suluran flora dan fauna, seperti naga berekor rumbai, dan beberapa bibir guci dilingkari tali, dan warnanya juga menarik.
Karya keramik buatan dinasti Ching pada abad ke-18 dan ke-19 sudah mulai beragam bentuknya, mulai dari piring, mangkuk, teko jamu, hingga tempayan. Tapi, yang menjadi andalan dalam koleksi ialah piring-piring dengan hiasan berupa sulur-sulur berbentuk kembang sepatu dan pinggirannya seperti bordir. Di piring tersebut juga terdapat cap keluarga kerajaan yang berkuasa pada waktu itu.
- Patung / Sculpture
Patung Luxor yang ada di Kuil Thebes, Thebe merupakan ibukota Mesir masa lampau, adalah lokasi Luxor Kuil.
Patung Raja Khafre duduk, dari 2500s BC, diukir dari suatu blok batu diorit padat, batu keras dari kerajaan tua Kerajaan di Mesir. Tinggi 165 cm ( 66) tinggi dan adalah suatu diidealkan penyajian raja, dengan bentuk geometris kuat dan proporsi dramatis.
Patung Dewi Selket, yang ditemukan pusara Raja Tutankhamun Mesir. dewi yang menyembuhkan menggigit dan sengat, dilukiskan sebagai perempuan indah dengan suatu kalajengking pada [atas] kepala nya. Helaian emas adalah dibuat oleh menempa emas padat yang metal sangat tipis.
Dewi Kucing Perunggu ini menggambarkan dengan menatah blue-glass memandang biji dari Periode Akhir-Akhirnya Egypt's . [Itu] menunjukkan Kulit pohon dewi yang masa lampau dalam wujud seekor kucing.
Patung Granit Amenemhet III, adalah di (dalam) suatu koleksi di Musium yang Britania di (dalam) London. Amenemhet III menguasai [ketika;seperti] raja selama Dinasti 12th Egypt's.
Patung kecil batu gamping dicat melukiskan Raja Akhenaton Dan Ratu Nefertiti, penguasa Mesir sepanjang Amarna periode. Selama periode ini, Orang Mesir dewa worshiped, Aton, [siapa] yang berbadan kedua-duanya [jantan/pria] dan prinsip wanita alam semesta [itu]. Seniman oleh karena itu melukiskan Akhenaton, siapa [yang dulu] wakil;contoh Aton di atas bumi, dengan karakteristik [yang] mereka menghormati [ketika;seperti] feminin, seperti bahu sempit, suatu pinggang tinggi, dan melafalkan perut, pantat, dan paha.
Pangeran Rahotep dan Isteri Nya Nofret ditempatkan pusara, sebagi mewakili sesaji diterima dan yang ditinggal dari yang hidup. Patung Batu gamping di sini, Pangeran Rahotep dan Isteri Nya Nofret, dari 4th Dinasti dan telah ditemukan pusara Rahotep's di (dalam) Maydüm. sekarang berada Musium Cairo.
- Bangunan / Architecture
Piramida Bertangga (Step Pyramid), RajaZoser di Sakarah, pharaoh Mesir dari 2630 sampai 2611 B.C.
Piramida Cheops, tinggi 146 m, panjang di sisi bawah 230 m, areal 52.900 meter persegi, 2.3 juta buah batuan. dibangun dinasti ke-4 sekitar tahun 2.000 SM, oleh Raja Cheops/Khufu
Piramida Yang dibengkokkan, dibangun masa pemerintahan Raja Sneferu . Awalnya arsitek membangun dinding dengan sudut 55 derajat, Kemudian mereka temu permasalahan struktural hingga dilanjutkan menjadi 43 derajat tingkat.
4000 tahun usia, Sphinx (patung manusia berba dan singa), Giza Yang besar adalah lencana yang terkenal dari Mesir masa lampau.
Kuil Abu Simbel, sekitar 1250 BC dibangun oleh Pharaoh Mesir Ramses II, di Mesir selatan. Didepan pintu masuk -keluar kuil berdiri masiv empat patung Raja Ramses II yang sedang duduk.
Kuil Ratu Hatshepsut, Penguasa Mesir tahun 1400s BC. Funerary nya Kuil adalah dekat Lembah Para raja, di Luxor.
Kuil Luxor, berada di timur Sungai Nil, mulai dibangun sekitar tahun 1200s BC untuk menghormati para dewa. Bangunan Kuil ditambahkan ke atas oleh masing-masing dinasti. Di depan terdapat tugu (obelist)dan patung kolosal. Kuil ini dihubungkan ke Kuil Al Karnak oleh jalan sepanjang 3.5 km. Sepanjang jalan dihiasi dengan beratus-ratus sphinx. Dalam sekali setahun dewa Amon diangkut oleh tongkang dari Al Karnak ke Luxor, pada sebuah festival besar.
Kuil Al Karnak, Kira-kira 1,500 BC. Banyak kuil yang dibangun di Al Karnak, yang paling utama adalah dibuat oleh Thutmose III, yang menguasai Mesir 1400s BC. Tulisan Hieroglyphs pada dinding kuil menceritakan peristiwa tentang kehebatan militer Thutmose's dalam memperluas kerajaan Mesir hingga Asia dan Afrika
Hypostyle Hall (Ruang Hipostilium), Kuil Amon di Karnak, ditunjang oleh 100 tiang, masing-masing tiang tinggi 20 m. Dibangun oleh Ramses II tahun 1200s BC.
- Arsitektur
Arsitektur meliputi rumah, bangunan suci seperti kuil dan makam, bangunan umum seperti dinding kota, teater, stadion, dan stoa.
karya seni arsitektur Yunani kuno\Kuil Zeus Olympia di Athena
Bangunan tertua yang dibangun di Yunani, tepatnya pada Zaman Batu Baru, adalah rumah atau gubuk kecil, dan dinding kayu di sekelilingnya untuk perlindungan. Kemudian, dibangun rumah yang lebih besar, dan dinding batu di sekeliling desa.
Pada Zaman Perunggu Awal, di tengah-tengah suatu desa dibangun satu rumah yang paling besar, dan dinding batunya juga lebih besar.
Pada Zaman Perunggu Akhir, dengan dipengaruhi Asia Barat, dan juga Minoa di Kreta, ada istana dan makam batu besar, selain juga jalan berubin, jembatan, bendungan, dan lebih banyak dinding batu.
Pada Zaman Kegelapan Yunani, istana-istana dibakar, sedangkan jalan dan jembatan dihancurkan. Namun pada akhir Zaman Kegelapan, dengan dimulainya Zaman Besi dan periode Arkaik di Yunani, bangunan jenis baru pun mulai dibuat, di antaranya kuil para dewa. Kuil jenis awal ini dibangun dengan gaya Doria. Ada pula perumahan, namun tidak ada istana. Selain itu, jalan, jembatan, dan dinding batu juga dibangun lagi.
Pada periode Klasik, dibangun lebih banyak lagi kuil, dengan ukuran yang lebih besar dan rancangan yang baru. Orang Athena membangun Parthenon pada tahun 440-an SM. Pada masa ini kuil dibangun dengan gaya Ionia. Demokrasi mencegah orang Yunani membangun istana atau makam besar, karena menurut demokrasi, setiap orang dianggap setara, jadi memiliki istana bukanlah hal yang dianggap baik. Alih-alih, orang Yunani membangun tempat umum, misalnya gimnasium dan stoa, dimana orang-orang dapat berkumpul dan berdiskusi.
Pada tahun 300-an SM, yang disebut periode Hllenistik, ada banyak jenis arsitektur baru. Kuil mulai kurang diperhatikan. Orang Yunani lebih banyak membangun teater di seluruh dunia Yunani. Selain itu, perencanaan kota juga menjadi lebih matang, jalanan dirancang terlebih dahulu untuk dibuat lurus, berbeda dengan dulu ketika jalanan dibuat tanpa perencanaan dan dibuat begitu saja sesuai dengan lokasi.
Melalui penaklukan Aleksander Agung, arsitektur menjadi cara yang penting untuk menyebarkan kebudayaan Yunani dan menunjukkan kekuasaan Yunani di daerah taklukan.
Hal yang sama terjadi ketika Romawi menakluakn Yunani, sekitar tahun 200-100 SM. Orang Romawi menggunakan arsitektur untuk menunjukkan kekuasaan Romawi di Yunani. Dengan cepat mereka membangun banyak bangunan bergaya Romawi di Yunani. Arsitektur Korinthos menjadi lebih terkenal. Sekitar tahun 400 SM, orang Yunani memeluk agama Kristen, dan mereka mulai membangun gereja dan biara. Mereka juga mengubah banyak kuil menjadi gereja.
Pada Abad Pertengahan, sebagian Yunani direbut oleh bangsa Norman, yang membangun kastil-kastil. Sebagian lainnya masih dikuasai oleh Kekaisaran Bizantium, dan memiliki banyak bangunan dengan gaya Asia Barat. Pada akhirnya pada tahun 1453 SM, bangsa Turk menaklukan Kekaisaran Bizantium dan orang-orang mulai membangun masjid di Yunani.
Tembikar
Sebagian besar seni Yunani kuno diketahui pada masa kini dari gambar-gambar yang dilukis pada tembikar. Salah satu kelebihan tembikar adalah bahwa meskipun benda ini dapat pecah, potong-potongannya dapat disatukan kembali. Selain itu banyak tembikar yang ditemukan dalam keadaan utuh, khususnya di makam-makam Etruska.
karya tembikar yunani kuno
Guci figur hitam Athena, sekitar 550 SM
Gaya lukis pada tembikar Yunani berubah-ubah seiring waktu, mulai dari Zaman Batu hingga periode Hellenistik. Salah satu pembagian periode gaya tembikar Yunani kuno adalah sebagai berikut:
Tembikar Zaman Batu
Tembikar Zaman Perunggu Awal
Tembikar Zaman Perunggu Akhir
Tembikar Zaman Kegelapan (Sub-Mykenai)
Tembikar Geometris
Tembikar Figur Hitam
Tembikar Figur Merah
Beberapa pelukis guci Yunani yang terkenal adalah Exekias dan seseorang yang dikenal dengan Pelukis Berlin
Nama : Siti Fuji Aulianti Husni
Kelas : XI IPS 1
No. Urut : 29
Sekolah : SMA NEGRI 1 MAROS
Tahun Ajaran : 2013-2014


assalamualaikum, kak aku mau nanya mengenai tembikar. kenapa tembikar itu kalau pecah, potongan2nya dapat disatukan kembali?
BalasHapusassalamualaikum, kak minta bantuannya. aku pengen tanya mengenai tembikar. kenapa tembikar itu kalau pecah, potongan2nya dapat disatukan kembali?
BalasHapusTembikar dapat disatukan kembali karena sifat dasar tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasarnya. Berikut beberapa alasan:
Hapus1. Sifat plastis: Tanah liat memiliki sifat plastis yang memungkinkan ia dibentuk dan direkatkan kembali.
2. Keterikatannya: Partikel-partikel tanah liat memiliki ikatan yang kuat, sehingga memungkinkan potongan-potongan tersebut disatukan kembali.
3. Kehadiran air: Air berperan sebagai perekat alami yang membantu merekatkan potongan-potongan tembikar.
4. Proses pengeringan: Ketika tembikar pecah, permukaan potongan masih memiliki sedikit kelembaban. Pengeringan secara perlahan memungkinkan potongan-potongan tersebut merekat kembali.
Namun, perlu diingat bahwa proses penyatuan kembali tembikar memerlukan:
Syarat
1. Potongan-potongan harus bersih dan bebas dari kotoran.
2. Permukaan potongan harus sesuai untuk direkatkan.
3. Penggunaan perekat yang tepat (misalnya, lem tanah liat atau perekat khusus).
4. Proses pengeringan yang tepat.
Teknik Penyatuan
1. Membersihkan potongan-potongan.
2. Menggunakan perekat yang tepat.
3. Menyusun potongan-potongan dengan hati-hati.
4. Mengeringkan secara perlahan.
Catatan
Tembikar yang pecah secara tidak merata atau memiliki kerusakan parah mungkin tidak dapat disatukan kembali dengan sempurna.
SUMBER; META AI (WHATSSAPP)