Teriknya matahari tak membuat Najwa lelah untuk mencari Ilmu. Najwa sangat bersemangat dengan sahabatnya. Di Universitas ternama di kota Makassar itulah Najwa mencari Ilmu. Najwa makin semangat karena ada sang Punjangga hatinya yang Najwa cintai dalam diam. Punjangga hatinya itu aktif dalam aktifitas keagamaan. Najwa kagum dengannya, terlebih Najwa juga sangat aktif dalam aktifitas keagamaan tersebut.
"Najwa? Ayo makan di cafe rainbow dengan anak-anak yang lain. Yukb" ajak Nita paada Najwa.
"Iya ntar. Kalian duluan aja" jawabnya.
Najwa sebenarnya berusaha untuk tetap bersikap seperti biasanya kepada Nita. Karena Nita dan Punjangga hatinya itu katanya dekat. Padahal Najwa sendiri sudah dari dulu mengharapkannya, Nita sendiri pun tau dengan hal itu. Najwa, juga merasa kalah dengan Nita soalnya siapa yang tidak ingin dengannya sudah tinggi, putih, luguh, soleh pulah. Sedangkan Najwa? Orang yang baru faham betul dengan Agama Islam. Tepatnya orang yang baru berusaha untuk Berubah menjadi wanita muslimah.
Dua puluh menit kemudian Najwa baru nyusul ke cafe rainbow.
"Maaf telat"
"Dari mana aja emang Wa?" Tanya Emira
"Gak, di kampus aja ada urusan dikit" jawabnya datar.
"Yaudah, pesan makan aja langsung yuk" ajak Nita sambil melambaikan tangannya memanggil pegawai cafe rainbow.
Persahabatan mereka memanglah Indah. Namun, semenjak Najwa tau akan hal itu Najwa merasa kecewa dan agak malas lagi pergi bersama mereka. Najwa tau betul jika dirinya salah jika karena sang pujangga hatinya itu ia bersikap seperti itu. Tapi, Najwa berusaha keras untuk mengikhlaskannya. Jika, memang takdirnya bukan bersama sang punjangga hatinya itu Najwa hanya meminta keikhlasan kepada Sang Maha Kuasa.
Dan sekarang Najwa sadar bahwa dirinya tak pantas menyukai sang punjangga hatinya itu. Karena dirinya akan kalah dengan wanita yang pujangga hatinya itu sukai. Najwa pun memutuskan untuk melupakan semuanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar