Pages

Cerpen - Cinta Diamku Bukan Jodohku

Jumat, 08 Agustus 2014



Hari ini begitu padat rasanya. Pagi berangkat untuk ngajar siang isi agenda untuk adek-adek (Tarbiyah). kadang juga ada tugas dari partai politik yang aku masuki. Lelah rasanya tapi Insya Allah menjadi barokah kalau aku tidak menguluh.
"Nia?" teriakan dari luar pintu kamarku, suara yang tak asing ditelingaku yah dialah Mamaku.
"Iya ma? tunggu sebntar Nia bukain pintu." sahutku bergegas dari pembaringanku, ya pembaringan yang menjadi saksi bisu aku ketika terlelap setelah hari-hari ku diluar rumah begitu padat.
"Makan dulu nak" perhatian mama terhadapku
"iya ma"
Selesai makan aku bereskan meja makan dan mencuci piring. itulah rutinitas seorang anak gadis dirumah seusai makan. setelah itu, aku bergegas untuk ke Kamar ku. ya Kamar, kamar adalah tempat ternyaman buatku. sebab, disanalah aku berkeluh kesah dalam doaku terhadap pencipta tak ada seorangpun yang dapat melihat dan menggangguku.
--
"Pagi, Bu Nia" sapaan dari teman kantorku.
"pagi ibu Ita." sahutku dengan senyuman.
"Ada undangan dimeja Ibu tuh" dengan melihat kemeja sambil menunjuk.
"Undangan apa bu?" tanyaku sedikit kaget
"Undagan pernikahan" jawabnya dengan senyuman.
Akupun berjalan menuju meja ku. dan melihat undang itu. dan ternyata undangan itu adalah Undangan dari Kak Udi. seseorang yang selama ini aku kagumi karena kesolehannya dan sekarang  iapun ingin menikah. Cinta diamku berujung denngan rasa kekesalan yang kulalui. begitu sakitnya aku melihat ini, begitu tersiksanya aku dengan perasaan ini. perasaan yang membuatku bersemangat tiap harinya dengan harapan Allah akan mempertemukan kita hingga tiba waktunya yang tepat, Tapi? dia ingin menikah. Ya Allah cobaan mu begitu menyakitkan ku. tak terasa air mataku jatuh bagaikan air sungai yang melagir begitu deras. Hati ku bagai kaca Indah yang pecah dan takkan pernah Indah lagi walaupun sudah diperbaiki.
aku memutuskan untuk pergi ke masjid, dengan keadaan yang begitu menyakitkan dengan deraian tangisku aku berangkat. dan hujan pun turun begitu deras aku pun basah dengan motorku, terasa hujan mengerti akan keadaan ku. terasa hujan ikut bersedih denganku. aku memutuskan untuk pulang saja dengan keadaan basah. sesampai dirumah aku cuci-cuci badan dan mengahagatkan tubuh dengan selimutku. tak kusangkah aku serapuh ini.
"Griing......Gring....Gring..." suara hp ku terdengar pertanda ada sms yang masuk.
"dari Liana, Nia besok pergi seminar yuk. keren loh seminarnya temanya sih "Sabarlah" katanya sih isi seminarnya yang bertema sabar itu tentanng bagaimana cara kita harus besabar saat harapan tak sesuai dengan kenyataan dan akan membahas masalah jodoh. ok ya Nia? Insya Allah aku kerumahmu besok jam 8"
Ya Allah inikah jawabanmu atas cobaan yang kuhadapi, mungkin diseminar itulah Allah memberikan jawaban atas cobaan ku ini. semoga aku bisa lebih tenang dengan semua  ini. ya, aku harus tenang sekarang untuk menunggu hari esok.
--
"Assalamualaikum" terdengar suara Liana dari luar.
  "Waalaikumsalam, langsung berangkat aja yuk udah siap nih, aku juga udah pamitan sama orang rumah." sahutku begitu tenang dengan harapan semua jawaban dari masalah ini akan terjawab.
selesai seminar, benar saja apa yang kufikirkan memang benar adanya semua masalahku terpecahkan dengan seminar ini. "Alhamdulillah, Alhamdulillah ya Allah terima kasih" ucapku dalamm hati terus menurus karena bahagianya aku, serasa aku yang menjadi kepompong telah bebas menjadi kupu-kupu untuk mengahdapinya.
--
Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Kak Udi. sebagai umat muslim yang baik jika di undang maka kita harus mengusahakan untuk datang dalam undagan tersebut. maka saya dengan berat hati sebenarnya untuk datang. setiba disana kuliahat sosok yang kukagumi itu subhanallah terlihat tampan dengan pakaian pernikahannya dan terlihat senang pula. Alhamdulillah sekarang aku bahagia karena sesungguhnya Cinta Diam tak selamanya berujung dengan kebahagian itu yang harus kupahami. Kalaupun aku meraskan hal itu lagi aku akan bersikap sewajarnya dan menyerahkan semua terdahap sang pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS