KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat
Allah swt. Karena berkatrahmat dan karunia-Nya penyusun mampu menyelesaikan
makalah berjudul “Pembuatan Desain”. Makalahini disusun untuk memenuhi
salah satu tugas ujian tengah semester mata kuliah manajemen operasional.
Penyusun menyadari bahwa selama
penulisan makalah ini penyusun banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh sebab itu penyusun mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr.
Imaduddin, ST, MM selaku dosen mata
kuliah Manajemen Operasional;
2. Semua pihak
yang telah membantu penulisan makalah ini.
Makalah ini bukanlah karya yang
sempurna, karena masih memliki banyak kekurangan, baik dalam isi maupun
sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penyusun sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya semoga makalah ini dapatmemberikan manfaat bagi penyusun dan pembaca.
Aamiin.
Makassar, November 2016
Siti Fuji
Aulianti Husni
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………………...1
A. Latar
Belakang……………………………………………………………………………………………………..1
B. Rumusan
Maslah………………………………………………………………………………………………….1
C. Tujuan…………………………………………………………………………………………………………………1
BAB II
PEMBAHASAN……………………………………………………………………………………………….2
A. Desain dan
jenis desain………………………………………………………………………………………...2
B. Peranan tim
desain………………………………………………………………………………………………3
C. Desain
produk barang dan desain jasa…………………………………………………………………..3
1.2 Pemilihan
Produk dan Jasa………………………………………………………………………………………....6
1.3 Pengembangan
Produk ……………………………………………………………………………………………...7
1.4 Quality Function Deployment (QFD)…………………………………………………………………………...8
1.5 Permasalahan
Desain Produk
…………………………………………………………………………………..13
1.6 Analisis
Nilai ……………………………………………………………….………………………….14
1.7 Menentukan
Strategi Dan Produk Jasa ……………………………………………………………………...15
1.8
Kontak pelanggan ……………………………………………………………………………………………………16
1.9 Matriks
jasa …………………………………………………………………………………………………………….17
1.10 Strategi
Pengenalan Produk Baru …………………………………………………………………………...18
1.11 Desain
Produk Cross-Fungsional ……………………………………………………………………………18
1.12 Dokumen Untuk Produksi ……………………………………………………………………………………...19
1.13
Penerapan Pohon Keputusan Pada Desain Prroduk. ……………………………………..…………20
1.14 Transisi
Menuju Produksi ………………………………………………………………………….…………..20
BAB III
PENUTUP………………………………………………………………………………………………………………….21
A. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………………..21
B. Saran……………………………………………………………………………………………………………………………21
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………..22
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sebelum penyusun menjelaskan
lebih jauh mengenai Pembuatan Desain. Penyusun akan memberikan penjelasan
mengenai:
Desain
pada dasarnya merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pembuatan rancangan
dari prouk atau jasa yang akan dihasilkan dalam usaha memenuhi kebutuhan dan
keinginan pelanggan sehingga barang atau jasa yang dihasilkan akan memuaskan
pelanggan sasaran.
Desain produk barang pada
dasarnya adalah merupakan aktivitas yang berhubungan dengan penentuan
spesifikasi ukuran, bentuk, penampilan, fitur, dan alat kerja atau mesin yang
dibutuhkan serta persyaratan SDM yang diperlukan untuk menghasilkan produk
barang tertentu.
Desain Jasa adalah penentuan
spesifikasi mengenal sesuatu yang diharapkan dinikmati oleh pelanggan atau
konsumen pada waktu jasa diserahkan.
Desain
teknis/desain industrial adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau
komposisi garis atau warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga
dimensi atau dimensi.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Definisi dan jenis desain?
2. Peranan tim desain?
3. Apa yang dimaksud dengan desai produk barang dan desain jasa?
C.
TUJUAN
1. Memahamkan definisi dan jenis desain
2. Menjelaskan peranan tim desain
3. Desain produk arang dan desain jasa
BAB II
PEMBAHASAN
A. Desain dan
Jenis Desain
Desain
secara etimologi, istilah Desain berasal "dari tadi"
beberapa serapan bahasa, yaitu kata "designo" (Itali) yang
secara gramatikal berarti gambar dan bermakna:
·
to make
preliminary sketches of
·
to plan and carry
out experiment"
·
to form in the
mind
dan kata "designare"
(Latin) yang bermakna
Desain biasa
diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam
sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik
sebagai kata
benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti
"proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata
benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah
proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk
benda nyata.
Desain
pada dasarnya merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pembuatan rancangan
dari prouk atau jasa yang akan dihasilkan dalam usaha memenuhi kebutuhan dan
keinginan pelanggan sehingga barang atau jasa yang dihasilkan akan memuaskan
pelanggan sasaran.
Proses
desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam
aspek lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming,
maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara
umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah "perancangan
proses". Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan
proses dalam industri kimia.
Jenis-jenis
Desain
1.
Drafter
2.
.Editor
3.
Layouter
4.
Art
Director
5.
Photographer
6.
Animator
7.
Visualisator
8.
Video
Editor
9.
Integrated
Desainer
B. Peranan Tim
Desain
Tim ini
dikenal sebagai Tim Pengembangan produk, Tim desain untuk kemampuan memproduksi
dan tim rekayasa nilai. Tim Pengembangan produk bertanggung jawab untuk
mengubah permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai penghasilan
produk. Tugas Tim pengembangan produk adalah untuk membuat suatu produk atau
jasa yang sukses, yaitu yang dapat dipasarkan (Markettability), diproduksi
(manufaktur ability) dan kemampuan pelayanannya (service ability). Kemampuan
Untuk Di Produksi dan Rekayasa Nilai Kemampuan untuk diproduksi dan rekayasa
nilai adalah aktifitas yang menolong memperbaiki desain, produksi, pemeliharaan
dan penggunaan sebuah produk.
Tim desain
dibuat oleh tim yang dibentuk. Tim direkrut dari beberapa departemen/pihak
terkait, misalnya:
1. Pemasaran 6.
Profesi terkait (produksi obat
2. Produksi
operasi dokter/ahli, farmasi, dll)
3. Riset dan
pengembangan 7.
Pemasok
4. Ahli hukum 8.
Distibutor
5. Keuangan dan
akuntansi
Pemberdayaan Tim
Menurut Kirkman dan Rosen, Tim kerja didefinisikan
sebagai sekelompok individu yang bekerja saling tergantung untuk mencapai
tujuan bersama dan setiap anggota saling bertanggung jawab terhadap pencapaian
tugas (Powering Up Team, Kirkman and Rosen, 48: 2000). Secara teoritis melalui
usaha kolektif, maka sebuah tim mampu mencapai tujuan melebihi penjumlahan dari
usaha-usaha anggota tim itu sendiri. Dengan kata lain, keberhasilan tim akan
menimbulkan sinergi.
C. Desain
Produk Barang dan Desain Jasa
Desain produk dapat
didefinisikan sebagai generasi ide, pengembangan konsep, pengujian dan
pelaksanaan manufaktur (objek fisik) atau jasa. Desainer produk konsep dan
mengevaluasi ide-ide, membuat mereka nyata melalui produk dalam pendekatan yang
lebih sistematis. Peran seorang desainer produk meliputi berbagai
karakteristik manajer pemasaran, manajer produk, industri dan desain insinyur
perancang.
Istilah ini
kadang-kadang membingungkan dengan desain industri, yang mendefinisikan bidang
spektrum yang lebih luas kegiatan desain, layanan seperti desain, desain
sistem, desain interaksi serta peran design. Produk perancang menggabungkan
seni, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan barang-barang tiga
dimensi. Peran yang berubah ini telah difasilitasi oleh perangkat digital
yang memungkinkan para desainer untuk berkomunikasi, memvisualisasikan dan
menganalisa ide-ide dalam suatu cara yang akan diambil tenaga kerja lebih besar
di masa lalu.
Desainer produk
dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membawa produk dari
konsepsi ke pasar. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mengelola proyek
desain, dan subkontrak daerah untuk sektor lain dalam industri
desain. Estetika dianggap penting dalam Desain Produk tapi desainer juga
menangani aspek-aspek penting termasuk teknologi, ergonomi, kegunaan, stres
bahan analisis dan rekayasa.
Seperti sebagian
besar bidang desain ide untuk desain produk muncul dari suatu kebutuhan dan
memiliki fungsi. Ini mengikuti metode tertentu dan terkadang dapat
disebabkan oleh faktor-faktor yang lebih kompleks seperti asosiasi dan
Telesis. Juga digunakan untuk menggambarkan produk yang kompeten secara
teknis perancang atau desainer industri adalah istilah Industrial Design
Engineer. The Cyclone vacuum cleaner penemu James Dyson misalnya dapat
dianggap dalam kategori ini.
Beberapa perusahaan
atau individu yang memiliki perasaan yang kuat terutama untuk mengembangkan
produk-produk baru daripada yang lain. Dalam dunia modern ini termasuk
teknologi terutama perusahaan-perusahaan seperti iRobot, Google atau
Nokia. Banyak desainer produk aset strategis kepada perusahaan-perusahaan
yang perlu untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam inovasi.
Merancang produk jasa
merupakan tantangan karena jasa pada umumnya mempunyai karakteristik yang unik.
Satu alasan peningkatan produktifitas dalam jasa begitu rendah adalah karena
baik desain maupun pengantaran produk jasa menyertakan adanya interaksi
pelanggan. Walaupun demikian, seperti halnya barang, sebagian besar biaya dan
kualitas sebuah jasa didefinisikan pada tahap desain.
Pendekatan kedua
adalah memodulerkan produk sehingga kustomisasinya dilaksanakan pada perubahan
modul. Strategi ini menjadikan modul dirancang sebagai kesatuan standar yang
tetap. Pendekatan ketiga pada desain jasa adalah membagi jasa menjadi
bagian-bagian kecil. Dan mengidentifikasi bagian-bagian yang menyebabkan
otomatisasi atau pengurangan interaksi dengan pelanggan.
Teknik yang keempat adalah untuk memfokuskan desain pada apa yang disebut moment
of truth. Dimana hubungan antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan
sesuatu yang sangat penting.
Setiap
barang dan jasa yang masuk dalam fase perkenalan, dapat didefinisikan, yaitu
berdasarkan fungsinya, untuk apa produk atau jasa itu digunakan. Perusahaan mendesain
suatu produk dengan tujuan bagaimana meningkatkan fungsi-fungsinya. Selanjutnya
definisi suatu produk dilihat dari aspek desain seperti warna, bentuk dan
ukurannya yang dapat diterima oleh pasar.
Gambaran teknis
(engineering drawing ) merupakan dimensi dan toleransi atas bahan baku yang
dibeli, atau bahan baku yang diproduksi yang dapat dipergunakan sebagai
komponen didalam proses produksi. Gambaran ini merupakan standar kualitas atau
mutu bahan baku yang menjadi komponen yang akan dipakai dalam proses produksi.
Kartu stok (Bill of
Materials ) merupakan daftar dari tiap-tiap komponen dengan uraiannya,
jumlahnya dan berapa kebutuhan yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang.
BOM merupakan dokumen yang dibuat berdasarkan hasil desain produk dan menjadi
dasar bagi manajer produksi untuk melaksanakan proses produksi, sehingga proses
produksi dapat menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan desain yang
ditentukan dalam pengembangan produk.
Suatu produk yang
telah didesain untuk memproduksinya membutuhkan dokumen seperti berikut ini:
1.
Gambaran teknis assembling (assembly drawing), yang merupakan cara
pengelolahan suatu produk. Gambaran teknis biasanya merupakan gambaran tiga
dimensi, berupa gambaran isometrik (yang menggambarkan setiap komponen dan cara
penggabungannya).
2.
Urutan penggabungan komponen (chart assembling), merupakan bentuk skematik
bagaimana suatu produk di-assembling, dibeli komponennya atau dikombinasikan,
serta alur tiap komponen sesuai dengan subassembling yang ada untuk
menghasilkan suatu produk akhir.
3.
Daftar alir komponen (route sheet), merupakan aturan operasional untuk
mengassembling dan inspeksi kebutuhan untuk memproduksi suatu komponen dengan
bahan baku yang spesifik berdasarkan bill of materials.
4.
Order (work order) adalah instruksi untuk membuat sejumlah item produk dan
bagian-bagiannya yang dilengkapi dengan skedul pembuatannya.
5.
Pembertahuan perubahan teknik (engineering change notice), merupakan
koreksi teknik akibat modifikasi dari gambaran teknik atau bill of materials.
6.
Sistem perencanaan produk (configuration management), merupakan sistem dari
perencanaan produk dan perubahan komponen yang secara akurat dikenali dan
dikendalikan secara akuntabilitas atas perubahan pemeliharaannya
1.2 Pemilihan
Produk dan Jasa
Pemilihan produk
adalah proses pemilihan produk barang atau jasa untuk dapat disajikan pada
pelanggan atau klien. Sebagai contoh, asuransi melakukan spesialisasi yaitu,
ada asuransi yang berada pada bidang khusus mobil atau asuransi dengan jenis
umum seperti Prudential. Organisasi
melakukan pembedaan melalui produk yang dihasilkan oleh mereka. Keputusan
produk merupakan asas bagi strategi organisasi dan memilki dampak yang luas
pada seluruh fungsi operasi.
1.2.1
Strategi Produk Menunjang
Keunggulan Bersaing
Terdapat banyak pilihan dalam
pemilihan, penetapan, dan perancangan produk. Pemilihan produk adalah proses
pemilihan produk atau jasa untuk dapat disajikan kepada pelanggan atau klien.
Seperti contohnya rumah sakid melakukan spesialisasi pada berbagai jenis pasien
dan prosedur kesehatan. Organisasi seperti Shouldice Hospital melakukan
diferesiansi melalui produk mereka. Mereka menawarkan barang yang sangat unik.
Taco bell telah mengembangkan dan menjalankan sebuah strategi biaya rendah
melalui desain produk.
Stategi Toyota adalah respons
cepat dalam melayani kebutuhan pelangannya. Toyota telah menjadikan desai mobil
tercepat dalam dunia otomotif. Waktu desain yang lebih singkat memungkinkan
Toyota memasarkan mobil sebelum selera pelanggan berubah dan melakukan proses
desain dengan teknologi dan inovasi baru. Keputusan produk sangatlah mendasar
bagi strategi organisasi dan berdampak luas terhadap seluruh fungsi operasi.
a.
Siklus Hidup Produk
Produk-produk dilahirkan. Mereka
hidup dan mati. Mereka disingkirkan oleh masyarakat yang terus berubah.
Terlepas dari perpanjangan siklus, tugas manajer operasi tetaplah sama. Jika
proses operasi tidak dapat berjalan secara efektif pada tahapan ini, maka
perusahaan mungkin dibebani dengan produk pecundang yakni produk yang tidak
dapat diproduksi secara efisien mungkin bahkan tidak layak diproduksi sama
sekali.
b.
Siklus Hidup dan Strategi
Sebagaimana para manajer operasi
harus siap mengembangkan produk baru, mereka juga harus siap mengembangkan
strategi untuk produk baru yang sudah ada. Strategi produk yang berhasil
mengharuskan penetapan strategi terbaik untuk setiap produk berdasarkan
posisinya pada setiap hidupnya. Di bawah ini, kita meninjau beberapa pilihan
strategi saat produk bergerak di sepanjang siklus hidupnya.
Gambar 1
·
Fase perkenalan, karena produk-produk pada fase perkenalan ini sedang
disesuaikan dengan kondisi pasarnya dan teknik-teknik produksinya, mungkin
diperlukan pengeluaran lain-lain untuk penelitian, pengembangan produk,
modifikasi dan perbaikan proses serta pengembangan pemasok.
·
Fase pertumbuhan, dalam fase pertumbuhan, desain produk telah mulai stabil
dan diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif.
·
Fase kematangan, saat sebuah produk mencapai kematangan, pesaing mulai
bermunculan. Produksi dalam jumlah besar dan inovatif sangatlah sesuai pada
fase ini. Pengendalian biaya yang sangat baik, berkuranganya pilihan dan
potongan lini produk mungkin akan efektif atau diperlukan untuk meningkatkan
keuntungan dan pangsa pasar.
·
Fase penurunan, manajemen mungkin perlu sedikit kejam pada produk yang
siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yang hamper mati biasanya adalah produk
yang buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial.
1.2.2 Analisis Produk Berdasarkan
Nilai
Manajer operasi yang efektif
memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Hal itu merupakan prinsip
pareto yang diterapkan pada bauran produk. Sumber daya diinvestasikan pada
permasalahan yang sedikit, tetapi penting bukan pada yang banyak, tetapi
sepele. Kontribusi yang rendah dari produk tertentu jika dilihat persatuan
mungkin akan tampak sangat berbeda jika hal itu mempresentasikan sebagian besar
nilai penjualan dalam perusahaan.
Laporan produk berdasarkan nilai
membuat manajemen dapat mengevaluasi strategi yang memungkinkan untuk setiap
produk. Hal ini dapat meliputi pertambahan arus uang, peningkatan penetrasi
pasar, atau mengurangi biaya,. Laporan juga dapat menginformasikan pasa
manajemen mengenai produk yang harus dihilangkan, gagal, tidak boleh
diinvestasikan lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan atau modal.
1.3 Pengembangan
Produk
1.3.1
Sistem Pengembangan Produk
Sebuah strategi
pengembangan produk yang efektif menghubungkan keputusan produk dengan arus
uang, dinamika pasar, siklus hidup produk, dan kemampuan organisasi. Sebuah
perusahaan harus mempunyai dana untuk mengembangkan produk, memahami perubahan
yang terus terjadi di pasar, mempunyai potensi yang diperlukan, dan juga sumber
daya. Sistem pengembangan produk tidak hanya menentukan keberhasilan produk,
tetapi juga masa depan perusahaan.
Proses
penyaringan diperluas pada fungsi operasi. Pengembangan produk yang optimal
bergantung pada dukungan bagian lain dalam perusahaan, dan juga gabugan
kesepuluh keputusan MO yang berhasil, mulai dari desain produk hingga pemeliharaan.
Mengenali produk yang terlihat akan meraih pangsa pasar, berbiaya efektif, dan
menguntungkan, tetapi pada kenyataannya sulit untuk diproduksi, dapat
menyebabkan kegagalan dan bukan keberhasilan.
1.4 Quality Function Deployment (QFD)
QFD adalah proses menetapkan permintaan
pelanggan dan menerjemahkan keinginan pelanggan ke dalam atribut yang dapat
dipahami dan dilaksanakan oleh setiap bagian fungsional. Suatu perangkat QFD
adalah Rumah Kualitas, yaitu bagian dari proses penyebaran fungsi kualitas yang
menggunakan matriks perencanaan untuk menghubungkan keinginan pelanggan dengan
bagaimana perusahaan akan memenuhi keinginan tersebut.
1.4.1 Membuat Organisasi untuk
Pengembangan Produk
Tim pengembangan produk bertanggung jawab untuk mengubah
permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai keberhasilan produk.
Tim ini terdiri dari perwakilan dari pemasaran, produksi, pembelian dan
penjaminan kualitas, dan karyawan pelayanan lapangan. Pengguanaan tim seperti
ini disebut sebagai rekayasa menyeluruh (concurrent
engineering) dan menunjukan sebuah tim yang mewakili semua bidang yang
terpengaruh (dikenal sebagai tim lintas fungsi).
Satu alat QFD
adalah rumah kualitas (house of quality).
Rumah kualitas merupakan bagian dari proses quality
function deployment yang menggunakan sebuah matriks perencanaan untuk
menghubungkan “keinginan” pelanggan dengan “bagaimana” perusahaan melakukan
sesuatu untuk memenuhi “keinginan” tersebut.
1.
Kenali keinginan
pelanggan.
2.
Kenali bagaimana
produk akan memuaskan keinginan pelanggan.
3.
Hubungkan keinginan
pelanggan dengan bagaimana produk
akan dibuat untuk memenuhi keinginan pelanggan tersebut.
4.
Kenali hubungan antar sejumlah bagaimana pada perusahaan.
5.
Buat tingkat kepentingan.
6.
Evaluasi produk pesaing
1.4.2 Tim
Pengembangan Produk
Tim pengembangan produk bertanggung jawab mengubah
permintaan pasar menjadi sebuah produk yang dapat mencapai tahap keberhasilan.
Tim ini terdiri atas perwakilan dari pemasaran, produksi, pembelian, penjaminan
kualitas dan pelayanan lapangan. Banyak juga tim yang memasukkan perwakilan
dari para penyedia barang atau jasa.
1.4.3 Kemampuan
untuk Diproduksi dan Rekayasa Nilai
Kemampuan untuk diproduksi dan rekayasa nilai
berkenaan dengan peningkatan dalam hal desain dan spesifikasi pada tahap
pengembangan produk, mulai dari penelitian, pengembangan, desain, dan produksi.
Selain pengurangan biaya yang nyata dan langsung terlihat, desain sedemikian
hingga barang layak diproduksi dan rekayasa nilai juga menghasilkan keuntungan
lain, antara lain :
1.
Mengurangi kerumitan
2.
Standarisasi tambahan dari berbagai komponen
3.
Perbaikan aspek-aspek fungsional dari produk
4.
Peningkatan desain pekerjaan dan keamanan pekerjaan
5.
Memudahkan produk untuk dirawat
6.
Desain yang tangguh
1.4.4 Menentukan Karakteristik
Penentuan karakteristik ini bertujuan
untuk mengetahui selera konsumen terhadap produk. Hal ini dapat dilakukan
dengan metode QFD (Quality Function Deployment), yaitu menterjemahkan selera konsumen
ke dalam bentuk atribut-atribut produk yang disesuaikan dengan karakteristik
teknis. QFD adalah suatu matriks yang sistematis, menggambarkan pendekatan yang
dilakukan untuk merancang produk yang berkualitas.Disain Produk 28 Menunjukkan
perbandingan produk rancangan terhadap produk pesaing Standar performansi
produk Nilai kepentingan dari tiap karakteristik Nilai hasil perbandingan
terhadap produk pesaing Dasar dari QFD adalah filosofi TQM (Total Quality
Management). Dalam QFD menggunakan suatu matriks yang disebut sebagai House of
Quality, di mana matriks ini dapat menterjemahkan keinginan konsumen ke dalam
karakteristik desain. Bantuk dan keterangan dari setiap bagian matriks House of
Quality dapat dilihat pada Gambar 2 dibawah ini :

Gambar 2
Dalam menggunakan matriks House of
Quality harus melalui prosedur sebagai berikut:
a.
Mengidentifikasikan keinginan konsumen ke dalam
atribut-atribut produk.
Pada tahap ini akan diuji sampai sejauh mana tingkat
kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Umumnya konsumen menyatakan
pendapatnya mengenai suatu produk ke dalam atribut – atribut yang sangat umum,
sehingga yang terpenting dalam tahap ini adalah mengidentifikasi pernyataan
konsumen dengan baik untuk menghindari kesalahan interpretasi.
b. Menentukan tingkat kepentingan
relatif dari atribut-atribut. Penentuan peringkat atribut ini dapat dilakukan
dengan memberikan bobot persentase pada masing-masing atribut dengan
menggunakan skala prioritas.
c. Mengevaluasi atribut-atribut dari
produk pesaing Performansi dari pesaing dianalisis, keterangan mengenai atribut
yang diprioritaskan pesaing dikaji.
d. Membuat matriks perlawanan antara
atribut produk dengan karakteristik. Atribut – atribut yang telah diterjemahkan
ke dalam karakteristik teknis pada tahap di atas dimasukkan ke dalam suatu
matriks, di mana atribut diletakkan vertikal pada tepi sebelah kiri, sedangkan
karakteristik teknis diletakkan horizontal pada tepi atas. Karakteristik teknis
yang dipilih harus nyata dan dapat diukur.
e. Mengidentifikasi hubungan antara
karakteristik teknis dan atribut produk.
Untuk menyatakan hubungan yang terjadi antara
karakteristik teknis dan atribut, biasanya menggunakan skor, di mana skor yang
tertinggi menggambarkan tingkat kemudahan yang tinggi bagi tim perancang untuk
mengidentifikasi karakteristik teknis yang paling berpengaruh pada kepuasan
konsumen, dan sebaliknya.
f. Mengidentifikasi interaksi yang
relevan di antara karakteristik teknis. Dalam House of Quality, besaran
diletakkan pada bagian roof. Bekerja dengan matriks roof seperti ini dapat
memudahkan dalam memeriksa interaksi yang terjadi pada setiap pasangan
karakteristik teknis.
g. Menentukan gambaran target yang
ingin dicapai untuk karakteristik teknis.
Pada tahap ini tim perancang menentukan target yang ingin
dicapai untuk pengukuran parameter karakteristik teknis dalam memuaskan
keinginan konsumen dan meningkatkan produknya melebihi produk pesaing.
1.4.5 Menentukan Alternatif.
Yaitu suatu proses perancangan yang
berguna untuk membangkitkan ide – ide pemikiran serta menciptakan alternatif –
alternatif yang dapatDisain Produk 30 mencapai solusi terhadap permasalahan
perancangan. Metode yang dipakai adalah Morphological Chart.
Morphological Chart adalah suatu
daftar atau ringkasan dari analisis perubahan bentuk secara sistematis untuk
mengetahui bagaimana bentuk suatu produk dibuat. Didalam chart ini dibuat
kombinasi daari berbagai kemungkinan solusi untuk membentuk produk – produk
yang berbeda atau bervariasi. Kombinasi yang berbeda atau bervariasi. Kombinasi
yang berbeda dari sub solusi dapat dipilih dari chart, mungkin dapat menuju
solusi baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Morphological Chart berisi
elemen – elemen , komponen – komponen atau sub – sub solusi yang lengkap yang
dapat dikombinasikan.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Mendaftar / membuat daftar yang
penting bagi sebuah produk. Daftar tersebut haruslah meliputi seluruh fungsi
pada tingkat generalisasi yang tepat
b. Daftar setiap fungsi yang dapat
dicapai yang menentukan komponen apa saja untuk mencapai fungsi. Daftar
tersebut meliputi gagasan baru sebagaimana komponen – komponen yang ada dari
bagian solusi.
c. Menggambar dan membuat sebuah chart
untuk mencamtumkan semua kemungkinan – kemungkinan hubungan solusi.
d. Identifikasi kelayakan gabungan /
kombinasi sub – sub solusi. Jumlah total dari kombinasi tersebut mungkin sangat
banyak, sehingga pencarian strategi mungkin harus berpedoman pada konstrain
atau criteria.
1.4.6 Evaluasi Alternatif.
Evaluasi alternatif merupakan suatu
proses penentuan alternatif terbaik dari berbagai macam alternatif yang muncul,
sehingga diperoleh suatu rancangan yang baik dan dapat memenuhi keinginan
konsumen. langkah – langkah yang akan dilakukan adalah:
a. Membuat sebuah daftar tujuan
perancangan. Daftar ini merupakan modifikasi dari daftar awal. Pohon tujuan
juga dapat digunakan untuk maksud ini.
b. Menyusun sebuah daftar tujuan dan
sub tujuan dari tingkatan yang tinggi ke tingkatan yang rendah . Metode yang
digunakan adalah Weighted Objecticves.
c. Membuat bobot relatif dari setiap
tujuan. Pemberian bobot juga bisa menggunakan perbedaan nilai dari setiap pohon
tujuan sehingga jumlah total bobot bernilai 1.
d. Menciptakan parameter pelaksanaan
/nilai kegunaan untuk masing – masing tujuan. Baik tujuan kualitatif maupun
kuantitatif sebaiknya dibuat dalam skala yang lebih sederhana.
e. Menghitung dan membandingkan nilai
relatif dari setiap alternative perancangan. Perkalian setiap skor parameter
dengan bobot nilainya. Alternaif terbaik memiliki jumlah nilai terbesar.
Perbandingan dan analisis profil nilai mungkin akan lebih baik dalam
perancangan daripada hanya sekedar memilih nilai terbesar.
1.4.7 Komunikasi
Merupakan tahapan akhir dalam proses perancangan.
Prosedur yang
dilakukan adalah:
a. Membuat daftar komponen – komponen
produk dan mengidentifikasi fungsi masing – masing komponen. Jika memungkinkan,
produk yang telah dirakit kedalam komponennya. Pembentukan diagram dan grafik
fungsi akan lebih baik.
b. Menentukan nilai fungsi yang
teridentifikasi. Nilai yang diidentifikasi merupakan nilai yang telah diterima
konsumen.
c. Menentukan biaya dari setiap
komponen.
d. Mencari cara untuk mengurangi biaya
tanpa mengurangi nilai. Dalam hal ini diperlukan kreativitas yang ditujukan
untuk meningkatkan rasio nilai terhadap biaya.
e. Evaluasi alternatif dan menyeleksi
perubahan. Solusi yang telah didapat kemudian dikomunikasikan kepada konsumen
melalui produk dengan segala keunggulan atribut dibanding produk pesaing. Hal
ini tentunya dilakukan dengan menggunakan rekayasa nilai (value engineering).
1.5 Permasalahan
Desain Produk
1.5.1
Desain Yang Tangguh
Desain yang tangguh berarti
produk dirancang sedemikian rupa sehingga ada sedikit variasi pada produk atau
perakitan tidak berdampak banyak pada produk akhirnya. Juga desain yang dapat
diproduksi sesuai persyaratan, bahkan dengan adanya kondisi proses produksi
yang tidak sempurna.
1.5.2
Desain Moduler
Desain moduler adalah desain
dimana bagian atau komponen dari suatu produk dibagi-bagi menjadi modul-modul
yang dapat dipertukarkan dan diganti dengan mudah.
1.5.3
Computer-Aided Design
Maksudnya adalah penggunaan
komputer secara ineraktif untuk mengembangkan dan mendokumentasikan produk.
1.5.4
Computer-Aided Manufacturing
Yaitu penggunaan teknologi
informasi untuk mengendalikan mesin. Adapun manfaat CAD dan CAM adalah sebagai
berikut :
a.
Kualitas produk menjadi semakin baik
b.
Waktu desain yang lebih singkat
c.
Pengurangan biaya produksi
d.
Ketersediaan basis data
e.
Memunculkan kemampuan baru
1.5.4
Teknologi Virtual Reality
Bentuk komunikasi visual dimana
citra-citra digunakan sebagai pengganti dari benda aslinya, tetapi masih
memungkinkan pengguna untuk meresponnya secara interaktif
1.5.5
Etika Dan Desain Ramah
Lingkungan
Berikut tujuan desain yang etis
dan ramah lingkungan:
a.
Mengembangkan produk yang lebih aman dan ramah lingkungan
b.
Meminimalkan limbah bahan baku dan energy
c.
Mengurangi kewajiban terhadap persoalan lingkungan hidup
d.
Meningkatkan efektivitas biaya dengan mematuhi peraturan lingkungan hidup
e.
Agar dikenal sebvagai perusahaan yang baik
1.5.6 Persaingan
Berdasarkan Waktu
Yaitu persaingan yang dipengaruhi
oleh waktu, mengembangkan produk dengan cepat, dan melemparkannya ke pasar.
Pada saat ini telah diperkenalkan tiga strategi pengembangan eksternal yang
sering digunakan perusahaan besar. Adapun tiga strategi tersebut adalah sebagai
berikut :
1. 5.7 Membeli Teknologi dengan Cara Mengakuisisi
Perusahaan
Microsoft dan Cisco Systems
merupakan contoh perusahaan berteknologi canggih yang sering mempercepat
pengembangan mereka dengan mengakuisisi perusahaan yang telah mengembangkan
teknologi yang sesuai dengan misi mereka. Permasalahan yang muncul kemudian
adalah menyesuaikan organisasi yang diakuisisi, termasuk teknologinya, lini
produknya, dan budayanya ke dalam perusahaan pengakuisisi, alih-alih
permasalahan pengembangan produk.
1.5.8
Usaha Patungan
Perusahaan yang membentuk
kepemilikan bersama untuk menghadirkan produk baru atau menguasai pasar baru.
1.5.9
Aliansi
Perjanjian kerja sama yang
menjadikan beberapa perusahaan tetap independen, tetapi dapat mencapai strategi
yang sesuai dengan misi masing-masing.
Terdapat suatu kebutuhan untuk
memperbaiki secara tetap produk dan jasa yang kita hasilkan agar tetap
kompetitif. Pembaharuan adalah kepentingan utama dalam seluruh apa yang kita
lakukan. Suatu cara yang baik untk mengorganisasi pembaharuan,yang ditujukan
pada perbaikan nilai produk dan jasa,disebut analisis nilai atau rekayasa nilai
(value engineering)
Analisis nilai adalah suatu filosofi
menghilangkan segala sesuatu yang menimbulkan biaya tetapi tidak memberikan
sumbangan pada nilai atau fungsi dari produk atau jasa. Tujuannya adalah
mempertemukan persyaratan performasu produk dan kebutuhan pelanggan pada biaya terendah
yang memungkinkan.
Dalam analisis nilai digunakan istilah atau definisi
sebagai berikut :
Ø
Sasaran atau tujuan : tujuan atau alasan keberadaan
produk atau jasa.
Ø
Fungsi dasar: suatu fungsi dasar,jika dihilangkan akan
membuat produk tersebut tidak berguna dalam kaitannya dengan sasaran.
Ø
Fungsi tambahan : adanya fungsi tambahan untuk mendukung
fungsi dasar sebab merupakan cara untuk merancang produk khusus.
Sebagai contoh,dalam membuka kaleng,kita meiliki hal-hal
sebagai berikut :
Ø
Sasaran atau tujuan: memindahkan isi
Ø
Fungsi dasar: membuka kaleng
Ø
Fungsi tambahan : memotong penutup
1.7 Menentukan
Strategi Dan Produk Jasa
Stategi jasa ini menentukan bisnis apa
yang di jalankan. Strategi jasa ini memberikan pengarahan untuk merancang
produk ,sistem pelayanan dan pengukuran. Strategi jasa memberikan suatu
pandangan tentang jasa macam apa yang harus diadakan oleh perusahaan. Hal ini
menggambarkan arah bisnus yang dirasakan oleh pelanggan dan karyawan atau
paling tidak bagaimana mereka harus memandangnya.
Strategi jasa harus mempertimbangkan
jasa yang ditawarkan dalam jangkauan internasional. Banyak jasa yang bersifat
internasional seperti konsultansi,perjalanan (travel),telekomunikasi, perbankan
dan pengapalan. Jjasa-jasa ini distandari diseluruh dunia,dasar persaingannya
adalah internasional dan skala operasinya bersifat global. Banyak perusahaan
jasa dapat mengadopsi suatu strategi global seperti dilakukan oleh perusahaan
manufaktur.
Langkah kedua dalam model adalah
menetukan produk dan jasa. Sebagian besar produk jasa terikat bersama-sama
dengan barangnya. Naik taksi,transportasi dari suatu tempat ketempat lain
adalah suatu jasa. Akan tetapi, jasa taksi diberikan dengan memakai fasilitas barang,yakni mobil.
Sasse,Olsen (1978) mendefinisikan
produk jasa sebagai budelan/ikatan dari barang dan jasa yang terdiri dari :
1.
Barang secara fisik atau fasilitas barang
2.
Manfaat yang dinikmati atau jasa yang eksplisit
3.
Manfaat psikologis atau jasa yang implisit
Dalam kasus restoran,barang fisiknya
terdiri dari fasilitas makana,minuman,serbet dan sebagainya. Manfaat nikmatnya
adalah citarasa,pelayanan pramuria,bau enak dari makanan serta suara dan
pandangan masyarakat,manfaat psikologis meliputi kenyamanan,status dan
kesejahteraan.
Kunci dari desain produk jasa adalah mendefinisikan
secara tepat barangbarang yang terikat dalam jasa. Suatu campuran yang tepat
barang-barang yang terikat dalam jasa.
Suatu campuran yang tepat dari ketiga
komponen tersebut harus disampaikan. Tetapi tidak cukup mendefinisikan
ciri-ciri barang jasa dalam istilah yang luas,standar-standar harus ditentukan.
Standar-standar tersebut harus meliputi setiap atribut dalam bundle barang jasa
dan harus didefinisikan secara spesifik dan dapat diukur. Jadi standar tersebut
digunakan sebagai dasar pelatihan,pengendalian kualitas dan pengukuran dari
prestasi manajemen.
Dalam perancangan jasa,manajemen harus
secara seksama membaca harapan-harapan pelanggan. Sebagai contoh,manajemen
suatu restoran mungkin mengkonsentrasikan usaha-usaha untuk menghidangkan
makanan yang terbaik,tetapi keinginan pelanggan mungkin hanya menikmati suasana
indah ke kota. Sehingga, manajemen harus merancang secara seksama jasa yang
dapat memenuhi keinginan para pelanggan yang sebenarnya. Campuran jasa dan
fasilitas barang yang umum untuk beberapa jasa yang terkenal.
1.8 Kontak
pelanggan
Kunci utama dalam memilih suatu proses
adalah jumlah kontak pelanggan. Jika derajat kontak rendah,proses dapat
diacuhkan dari pelanggan atau pengaruh eksternal lainnya. Dalam hal ini potensi
pelanggan untuk mengganngu proses produksi adalah kecil. Jumlah kontak rendah
cocok dengan jenis proses manufaktur dan efisiensinya dapat menjadi tinggi.
Sebaliknya jika kontak pelanggan tinggi,pelanggan dapat mengganggu proses
produksi dengan tuntuan jenis pelayanan tertentu atau perlakuan khusus.
Sehingga kontak pelanggan yang tinggi dapat menyebabkan proses produksi yang
tidak efisien.
Tingkat kontak tinggi, melalui kehadiran
pelanggan dapat menimbulkan sumber ketidakpastian dalam sistem produksi, hal
ini tidak terdapat dalam situasi yang tingkat kontaknya rendah. Tingkat kontak
yang tinggi dapat menyebabkan hilangnya efisiensi potensial, seperti yang
dinyatakan dalam formula:
Efisiensi potensial= f (derajat kontak
pelanggan)
Derajat kontak pelanggan iukur dari
presentase waktu pelanggan berada di dalam sistem yang merupakan bagian dari
total waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi jasa tersebut.
Karakteristik sistem kontak yang rendah dan kontak yang
tinggi adalah sebagai berikut :
1.
Sistem kontak yang rendah dapat digunakan apabila kontak
tatap muka tidak diperlukan atau tidak diinginkan oleh pelanggan atau bila
tidak diperlukan pertukaran informasi secara tepat.
2.
Sistem kontak yang rendah pada umumnya memerlukan
karyawan dengan kemampuan teknis yang berorientasi kea rah efisiensi
proses,prosedur yang mapan dan aliran proses. Sistem kontak yang tinggi
memerlukan karyawan dengan kemampuan interpersonal yang baik termasuk keahlian
dalam berbagai bidang,kepribadian,fleksibilitas dan berorientasi pada
pelanggan.
3.
Sistem kontak yang itnggi harus mampu memenuhi permintaan
pada saat dibutuhkan,sehingga mereka harus menyesuaikan diri pada permintaan
puncak.
4.
Pada umumnya sistem kontak yang tinggi memerlukan biaya
yang lebih tinggi dan memberikan pelayanan sesuai keinginan pelanggan
(customization) dan kenyamanan yang lebih. Sistem kontak yang rendah memerlukan
biaya yang lebih rendah dan lebih terstandarisasi.
1.9 Matriks
jasa
Terdapat banyak cara yang berbeda
untuk memikirkan tentang proses jasa. Sebenarnya apa yang membedakan restoran
siap saji dari restoran mewah? Apa yang membedakan perusahaan penerbangan dari
kantor notaris/pengacara dan perusahaan konsultan? Apakah intensitas tenaga
kerja? Derajat kontak pelanggan? Pelayanan khusus bagi pelanggan? Atau beberapa
karakteristik yang lain?
Dalam matriks terdapat empat jenis
operasi jasa. Jasa pabrik bercirikan interaksi dan pelayanan yang rendah dengan
intensitas tenaga kerja yang rendah. Jasa seperti penerbangan,pengangkutan
dengan truk dan hotel diproduksi dalam suatu yang seperti pabrik dengan
efisiensi yang tinggi. Jenis operasi jasa lainnya adalah jasa perusahaan yang
memberikan jasa dengan otomatisasi yang tinggi tetapi dengan derajat pelayanan
yang tinggi. Jasa-jasa ini meliputi rumah sakit,perbaikan mobil dan perbaikan
lainnya. Meskipun tingkat otomatisasi jasa perusahaan tinggi,tetapi cukup
fleksibel untuk memenuhi berbagai macam pilihan pelanggan,sesuatu yang mirip
dengan pekerjaan pesanan (job shop) dalam manufaktur.
Jasa masa bersifat padat karya dan
rendah dalam interaksi dan pelayanan. Jasa ini menggunakan bentuk yang sangat
terstandarisasi seperti bisnis eceran,sekolah dan perbankan yang bersifat
eceran diproduksi secara masa. Sedangkan jasa
professional memberikan tingkat pelayanan yang tinggi dan otomatisasi
yang sangat rendah. Jasa ini dicirikan oleh profesi tradisional seperti
akunatnsi,bantuan hukum dan pengobatan. Jasa-jasa dalam sel ini cenderung
sangat tidak efisien disebabkan oleh tingginya biaya tenaga kerja dan tingginya
interaksi pelayanan ( customization).
Matriks jasa dapat ditujukan pada gambar 3
R
E
N
D
A
H
|
Rendah
|
Tinggi
|
||
Jasa pabrik
|
Jasa perusahaan
|
|||
Ø
Penerbangan
|
Ø
rumah sakit
|
|||
Ø
pengiriman dengan truk
|
Ø
bengkel mobil
|
|||
Ø
hotel
|
Ø
jasa perbaikan yang lain
|
|||
Ø
tempat istirahat dan rekreasi
|
||||
T
I
N
G
G
I
|
Rendah
|
Tinggi
|
||
Jasa masa
|
Jasa profesional
|
|||
Ø
toko eceran
|
Ø
dokter
|
|||
Ø
grosir
|
Ø
pengacara
|
|||
Ø
sekolah
|
Ø
akuntan
|
|||
Ø
aspek eceran dari bank
komersial
|
Ø
arsitek
|
|||
Gambar 3
1.10 Strategi
Pengenalan Produk Baru
Terdapat tiga cara mendasar untuk
meninjau proses pengenalan produk baru, yaitu:
1.
menarik-pasar (market pull)
menurut “anda pandangan ini harus
membuat apa yang dapat dijual”. Dalam hal ini produk baru ditentukan oleh pasar
dengan sedikit perhatian terhadap keberadaan teknologi dan proses operasi.
Kebutuhan pelanggan merupakan dasar utama untuk pengenalan produk baru.
2.
Mendorong-teknologi (technology-push)
Pendekatan ini menyarankan bahwa “anda
harus menjual apa yang anda dapat buat” dengan demikian produk baru diperoleh
dari teknologi produksi,dengan sedikit perhatian terhadap pasar. Ini merupakan
pekerjaan pemasaran untuk menciptakan pasar dan menjual produk yang dibuat.
3.
Antarfungsional (interfuntional in nature)
Dalam pandangan ini,pengenalan produk
baru adalah bersifat antar fungsional dan membutuhkan kerja sama diantara
pemasaran, operasi,teknik dan fungsi lainnya. Proses pengembangan produk baru
tidak dilakukan dengan menarik pasar ataupun mendorong teknologi tetapi ditentukan
oleh usaha antar fungsi yang terkoordinasi. Hasilnya merupakan produk yang
memenuhi kebutuhan pelanggan dengan penggunaan teknologi yang memberikan
keuntungan terbaik.
Kemajuan perencanaan, atau teknologi ketidakseiringan
antara desain produk
dan operasi adalah hal yang biasa terjadi. Berdasarkan
atas riset terhadap 10 kasus komprehensif, Leonard-Barton menemukan tiga jenis
ketidaksesuaian :
ketidaksesuaian dalam teknologi, infrastruktur dan system
imbalan.Ketidaksesuaian teknologi terjadi apabila produk yang didesain oleh
litbang(R&D) tidak dapat dibuat oleh bagian operasi. Hal ini terjadi bila
teknologi adalah baru atau tidak terbukti (secara teori) atau tidak dimengerti
dengan baik. Bagian operasi juga dapat memliki infrastruktur yang tidak sesuai
dengan produk baru dalam hal ketrampilan tenaga kerja, system pengendalian,
jaminan kualitas dan organisasi. Akhirnya system imbalan mungkin akan
menekankan penggunaan teknologi yang ada daripada kebutuhan proses yang baru.
Pelaksanaan pendekatan tradisional dalam tingkatan atau tahapan terlihat pada
gambar 4.a diasumsikan bahwa teknologi
akan ditransfer dalam tingkatan seperti pengambilalihan atara litbang, operasi
dan pemasaran. Ini merupakan proses berurutan, setiap fungsi menyelesaikan
pekerjaannya sebelum memulai fungsi berikutnya.
Gambar 4a Time Sequintal Approach



Gambar 4b Time Concurrent Approach
Gambar 4.b. menggambarkan suatu proses pengembangan yang
concurrent. Semua fungsi terlibat sejak awal, seringkali dengan membentuk suatu
tim pengembangan produk baru, segera setelah pengembangan dimulai. Dalam
tingkat pertama, litbang memiliki usaha yang pokok, tetapi fungsi yang lain
juga memiliki peranan. Setelah produk dirancang, litbang mengurangi usahana,
tetapi tidak sampai nol, sedangkan operasi memiliki peran utama. Akhirnya
bagian penjualan mengambilalih pimpinan ketika produk baru diluncurkan ke pasar
Gambar
perakitan adalah gambar produk yang terdiri atas komponen-komponennya biasanya
merupakan gambar tiga dimensi yang juga gambar isometris. Dan dalam gambar
perakitan ada diagram perakitan yang dimaksud diagaram perakitan adalah grafik
untuk menentukan bagaimana komponen mengalir menjadi berbagai subassembly dan
akhirnya menjadi produk jadi. Lembar rute mendaftarkan semua operasi yang
dibutuhkan untuk memproduksi komponen dengan bahan yang terperinci. Dan disitu
terdapat perintah kerja, perintah kerja adalah intruksi untuk membuat sejumlah
produk tertentu, biasanya untuk jadwal tertentu. Engineering change notices
berfungsi mengubah beberapa aspek definisi produk atau dokumentasi.
1.13 Penerapan
Pohon Keputusan Pada Desain Prroduk.
Pohon
keputusan sangat bermanfaat terutama saat terdapat serentetan keputusan dan
beragam hasil yang mengakibatkan keputusan selanjutnya yang diikuti hasil yang
lain. Untuk membentuk sebuah pohon keputusan, digunakan prosedur sebagai
berikut.
1. Pastkan
semua alternative yang mungkin dan keadan sudah dimasukkan ke pohon, termasuk
alternative untuk “tidak melakukan apa-apa”.
2. Pengembalian hasil (payoff) dimasukkan pada
akhir setiap cabang yang bersesuain.
3. Tujuannya adalah menetapkan nilai ekspektasi
dari setiap tindakan yang ada.
1.14 Transisi
Menuju Produksi
Manajemen harus membuat keputusan
untuk mengembangkan ide produk tersebut lebih lanjut dan memproduksinya, atau
menghentikannya. Saat keputusan dibuat, biasanya ada satu periode percobaan
untuk memastikan desainnya benar-benar dapat di produksi. Percobaan ini juga
memberikan staf operasi kemungkinan untuk mengembangkan peralatan yang sesuai,
prosedur pengendalian kualitas, dan pelatihan karyawan untuk memastikan produk
dapat dimulai dengan sukses.
Pada akhirnya, saat produk dianggap
dapat dipasarkan dan di produksi, manajemen lini akan menerima tanggung jawab.
Tugas manajemen operasi adalah membuat transisi dari litbang ke produksi tanpa
gejolak atau selancar mungkin.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Desain pada
dasarnya merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pembuatan rancangan dari
prouk atau jasa yang akan dihasilkan dalam usaha memenuhi kebutuhan dan
keinginan pelanggan sehingga barang atau jasa yang dihasilkan akan memuaskan
pelanggan sasaran.
Desain dalam manajemen sangatlah penting karena
menyangkut dengan selera masyarakat. Desain yang baik akan mempengaruhi
masyarakat untuk membeli produk atau dengan desain jasa yang memuaskan akan
mempengaruhi masyarak untuk memakai jasa tersebut.
Tujuan dari suatu keputusan produk (product
decision) adalah untuk mengembangkan sebuah strategi produk yang dapat
memenuhi permintaan pasar dengan keunggulan bersaing. Strategi produk
dapat memfokuskan diri pada pengembangan keunggulan bersaing melalui pembedaan,
biaya rendah, respons cepat, atau perpaduan dari ketiganya. Tujuan desain
akan berjalan dengan adanya peranan tim desain.
B.
Saran
Sebagai penyusun atau penulis makalah ini sangat membutuhkan kritik
serta saran dari pihak pembaca. Sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya lebih
baik dari sebelumnya. Saya sebagai penyusun/penulis hanyalah manusia biasa yang
tak luput dari kesalahan.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.academia.edu/8768000/MANAJEMEN_OPERASI_MANUFAKTUR_DESAIN_PRODUK_DAN_JASA
https://id.wikipedia.org/wiki/Desain
https://www.academia.edu/1478467/Desain_adalah_suatu_sistem_yang_berlaku_untuk_segala_jenis_perancangan_dimana_titik_beratnya_adalah_melihat_segala_sesuatu_persoalan_tidak_secara_terpisah_atau_tersendiri
https://www.academia.edu/7053843/Desain_Pekerjaan_dan_Pengembangan_Peran
http://search.mysearch.com/web?q=tujuan+desain&apn_ptnrs=%5ECDE&apn_uid=1000db47-663a-4428-9d78-0eace6ca6743&dateOfInstall=2016-10-31&gct=ds&lang=en&o=APN12066&psv=oid%3D618%3Achid%3D279%3Acrid%3D5202%3Atgid%3D0%3Apubid%3D619243%3Auiip%3D36.83.100.78%3Aclid%3D%7BBB3209BC-293F-7A7E-D6FD-7DDCD337798E%7D%3Afit%3D2016-10-30%3AExtension_type%3Dsearch%3Aextid%3Dgiiogoldpdhiaibdoikoegefmlpgjfbm&shad=&trgb=CR&tpr=2&ts=1478815522225
ini tugas tahun lalu aku dari dosen Manajemen Operasional ini salah satu bahan untuk Mid Semester aku waktu semester 4 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar