CERPEN - Aku Indigo, tolong aku! (INDIGO PERMAINAN SYAITAN)
Hiruk piruk dunia begitu bising dan penuh dengan kekeliruan paham (gagal paham). Andai mereka sadar! Andai mereka memahami. Kala syaitan beraksi dengan bisikan-bisikan busuknya kepada Manusia. Syaitan menjadi boomerang dalam hidup manusia.
Kala itu Qaira merasa hidup di tengah kegelapan tanpa ada cahaya. Ia berusaha mencari lentera untuk penerangan, walau dirinya sangat bercahaya di alam asing.
Qaira merasa hidup begitu suram tak berarah karena hal-hal gaib yang mengganggu hidupnya. Qaira tidak merasa senang dengan julukan indigo, tapi banyak orang yang merasa senang bahkan ingin menjadi indigo. Padahal Allah telah memberi kita manusia nikmat agar tak melihat syaitan. Jika, syaitan menampakkan dirinya kepada manusia berarti itu bukan kelebihan melainkan penyakit dari syaitan.
"Qaira marah-marah terus." Cetus Aisye.
"Terus? Lo gangguan gue terus. Mending lo pergi aja deh malas gue." Cetua Qaira.
Rata-rata bahkan hampir semua anak indigo selalu marah-marah tidak jelas, sedih tidak jelas, ada-ada aja sakitnya, dan malas beribadah.
Qaira selalu merasa sakit kepala, perut, dan punggung. Hampir tiap hari keluarganya mendapat Telfon dari pihak sekolah karena sering pingsan. Qaira bahkan terkenal di sekolahnya karena pingsan nya itu. Hari-hari Qaira terasa suram untuk menjelaskan ke orang lain bahkan keluarganya sendiri pun tak ada gunanya. Qaira beranggapan mereka pasti tak akan percaya atau bahkan melebih-lebihkan. Itulah mengapa rata-rata anak indigo pendiam terkesan introvert.
---
"Aisye.... gue tidur di kamar lo yah dan loh harus mau." Perintah Qaira.
"Tidur aja nggak gue larang kok." Jawab Aisye.
Setiap hari Aisye memperhatikan Qaira setiap mau tidur dan Qaira tertidur. Aisye kadang heran kenapa Qaira tidur selalu di pojokan kasur seperti orang yang dihimpit padahal kasurnya masih luas banget. Dan Aisye juga heran jarang banget Qaira tertidur berganti gaya dari tidur sampai bangun gaya nya hanya satu. Tapi, Aisye tidak terlalu khawatir mungkin memang Qaira begitu.
---
Qaira dan keluarganya sedang berkunjung ke rumah Nenek dari ibu Qaira. Namun, ketika di sana tidak berselang lama Qaira jatuh pingsan dan menangis-nangis berteriak ke ibu sambil memeluk ibu.
"Ibu mereka mendekat, mereka mau masuk, mereka seram, takut" sahut Qaira ketakutan sambil nangis-nangis.
"Maksudnya? Sudah Qaira. Memang ada apa nak?" Tanya ibu Khawatir.
Tidak berselang lama Qaira kesurupan. Di panggilah ustadz. Semua keluarga Qaira baru tahu kalau Qaira anak indigo.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar